SMK NU Al Hidayah — Suasana pemilihan ketua OSIS di SMK NU Al Hidayah tahun ini terasa berbeda. Bukan sekadar pergantian kepengurusan, Pilketos kali ini menjadi bagian dari pelaksanaan Pilketos serentak se-Kabupaten Kudus yang diikuti pada 16 September 2026.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari projek kokurikuler Suara Demokrasi yang setiap tahun dilaksanakan di sekolah. Jika biasanya Pilketos digelar sekitar bulan Oktober, tahun ini pelaksanaannya menyesuaikan program pemilihan serentak yang diselenggarakan KPU Kabupaten Kudus.
Persiapan pun dilakukan sejak jauh-jauh hari. Panitia dibentuk untuk mengatur jalannya kegiatan, sementara rangkaian projek kokurikuler dilaksanakan selama dua minggu. Tahap awal diisi dengan proses penjaringan calon melalui tes tertulis dan wawancara hingga ditetapkannya calon ketua OSIS.
Memasuki minggu berikutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan beberapa agenda organisasi, mulai dari RA PK IPNU-IPPNU, LPJ OSIS, kampanye calon ketua OSIS, hingga pemungutan suara melalui e-voting.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus fasilitator kegiatan, Umayanti, S.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini menjadi pengalaman baru karena sekolah mengikuti agenda Pilketos serentak, sekaligus tetap mempertahankan sistem e-voting yang telah digunakan sebelumnya.
“Karena tahun ini mengikuti program Pilketos serentak, pelaksanaannya ditetapkan pada 16 September. Kami juga tetap menggunakan e-voting, meskipun ke depannya berharap bisa dikembangkan menjadi sistem hybrid dengan TPS secara langsung.”
Dari sisi kepengurusan Ketua OSIS periode sebelumnya, Dimas melihat pelaksanaan tahun ini sebagai pengalaman yang menarik. Menurutnya, persiapan dilakukan secara matang agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.
“Kegiatan ini sangat menarik karena baru kali ini ada Pilketos serentak se-Kabupaten Kudus. Tahun ini lebih bagus lagi, dan semoga tahun depan bisa lebih baik. Untuk ketua yang terpilih, semoga sukses, menjadi yang terbaik, dan terus belajar dari apa yang sudah ada,” ujarnya.
Meski pelaksanaan tahun ini belum sepenuhnya menggunakan sistem hybrid karena beberapa kendala, sekolah tetap melihat adanya peluang untuk mengembangkan sistem pemilihan pada tahun berikutnya.
Lebih dari sekadar memilih ketua OSIS, rangkaian Pilketos menjadi ruang bagi murid untuk mengenal proses demokrasi secara langsung. Dari menentukan calon, menyampaikan gagasan melalui kampanye, hingga menentukan pilihan melalui e-voting, semuanya menjadi bagian dari pengalaman belajar di luar kelas.
Pilketos tahun ini akhirnya bukan hanya tentang siapa yang terpilih, tetapi juga tentang bagaimana suara murid dihimpun dan proses demokrasi dikenalkan melalui pengalaman nyata di lingkungan sekolah.