Di Tengah Riuhnya Dunia, Tradisi Silaturrahim Tetap Hidup di SMK NU Al Hidayah
SILATURRAHIM
Saturday, 21 March 2026 (19 hours ago)
Views: 65

Di Tengah Riuhnya Dunia, Tradisi Silaturrahim Tetap Hidup di SMK NU Al Hidayah

Author: Ayu Jutika Sari

SMK NU Al Hidayah — Di tengah dinamika dunia yang bergerak cepat, tradisi silaturrahim tetap dijaga hangat di lingkungan SMK NU Al Hidayah. Melalui kegiatan halalbihalal, para murid berkunjung langsung ke kediaman Bapak dan Ibu guru sebagai bentuk penghormatan sekaligus mempererat kekeluargaan di luar jam sekolah.

Tradisi ini rutin digelar setiap momen Idulfitri. Para murid datang berkelompok per kelas untuk saling bermaafan dan menjaga hubungan batin antara guru dan anak didik.

Dalam peliputan ini, Tim Konten Seni dan Literasi mewawancarai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Umayanti, S.Pd., serta Pengurus Yayasan sekaligus anggota Syuriah NU PAC Gebog, K.H. Ibrohim Kholili.

Umayanti menjelaskan bahwa pelaksanaan halalbihalal kini telah beradaptasi dengan zaman. "Dulu kegiatan ini dikoordinasikan oleh OSIS dengan menyediakan angkutan umum. Sekarang, karena banyak murid sudah memiliki kendaraan sendiri, koordinasi beralih ke wali kelas masing-masing," jelasnya.

Menurutnya, sistem ini lebih efektif. Murid berkumpul di titik temu yang ditentukan, lalu mendapatkan arahan mengenai rute rumah guru serta etika bertamu (adab). Meski terkadang ada kendala seperti murid yang tidak lengkap atau guru yang sedang tidak di tempat, hal itu tidak menjadi hambatan besar. Murid biasanya akan datang kembali di waktu lain demi menjaga silaturrahim.

Sementara itu, K.H. Ibrohim Kholili menegaskan peran penting tradisi ini dalam menjaga keharmonisan yayasan. "Silaturrahim itu membuat kita saling mengenal dan menyambung hubungan, hingga tumbuh rasa rukun dan kasih sayang. Dari situlah Allah menurunkan rahmat dan keberkahan," tuturnya.

Beliau juga menyinggung soal kebahasaan, di mana istilah silaturrahim dan silaturahmi sering digunakan bergantian. Keduanya memiliki akar makna yang sama dari bahasa Arab yang diserap ke dalam bahasa Indonesia.

Menurutnya, meski era digital memudahkan komunikasi lewat media sosial, pertemuan tatap muka tetap memiliki makna jauh lebih dalam karena memungkinkan seseorang merasakan kehadiran satu sama lain secara nyata.

Melalui halalbihalal, SMK NU Al Hidayah tidak hanya merayakan hari kemenangan, tetapi juga menanamkan nilai karakter yaitu penghormatan kepada guru, kebersamaan, dan pentingnya menjaga hubungan antarsesama. Tradisi sederhana ini menjadi pengingat bahwa fondasi pendidikan yang berkah bermula dari hubungan yang hangat antara murid, guru, dan lingkungan sekolah.