Dalam rangka menyongsong pelaksanaan ujian sekolah bagi peserta didik kelas IX dan kelas XII, Yayasan Manafiul Ulum menggelar kegiatan Pembukaan Istighotsah dan Manaqib pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Yayasan Manafiul Ulum dan dihadiri oleh pendidik dan tenaga kependidikan, serta siswa-siswi kelas IX dan XII yang akan melaksanakan ujian.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran madrasah bahwa kesiapan menghadapi ujian tidak cukup hanya dari sisi akademik semata. Ketua panitia pelaksana, Bapak Muh. Iqbal Fadloli Amin, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar madrasah dalam menyiapkan peserta didik yang akan menjalani ujian.
Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan usaha batin yang dilakukan untuk seluruh siswa. Adapun usaha lahir telah dilakukan setiap hari melalui kegiatan belajar mengajar bersama para guru. Oleh karena itu, istighotsah dan manaqib diharapkan dapat melengkapi ikhtiar lahir dengan penguatan spiritual.
Melalui kegiatan ini, madrasah menanamkan nilai-nilai penting kepada peserta didik, khususnya nilai religius melalui doa dan zikir bersama. Selain itu, siswa diajak untuk berwasilah kepada wali Allah, khususnya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, serta menumbuhkan sikap tawakal kepada Allah Swt. setelah melakukan usaha secara maksimal.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Haji Ibrahim Kholili menyampaikan mauidhoh hasanah kepada para siswa. Beliau menekankan pentingnya doa sebagai bentuk usaha batin yang diperintahkan oleh Allah Swt., sebagaimana dalam firman-Nya, “ud‘uni astajib lakum.” Beliau juga menyampaikan bahwa apabila doa belum terkabul, seseorang dapat bertawasul melalui para wali sebagai bentuk ikhtiar spiritual.
Sekolah berharap kegiatan istighotsah dan manaqib ini dapat terus dilaksanakan secara istiqamah. Bapak Muh. Iqbal Fadloli Amin, S.Pd., berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi mampu memberikan pemahaman mendalam kepada siswa tentang makna manaqib sehingga dapat memperkuat karakter spiritual.
Kegiatan ini juga dinilai mampu membantu membentuk kesiapan mental dan spiritual siswa dalam menghadapi ujian. Melalui doa, zikir, wasilah, dan tawakal, siswa diharapkan lebih tenang, percaya diri, dan siap menghadapi ujian sekolah.
Menurut beliau, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh usaha akademik, tetapi juga usaha spiritual. Hal ini sejalan dengan nasihat Abah Yai Ibrahim Kholili yang mengibaratkan kesuksesan sebagai buah yang harus diraih dengan usaha, dan wasilah sebagai alat yang mempermudah dalam mencapainya.
Rangkaian kegiatan pembukaan dilaksanakan secara tertib dan khidmat, meliputi pembukaan, pembacaan pasal pesona, tahlil, sambutan, serta pemberian ijazah manaqib dan mauidhoh hasanah. Setelah kegiatan ini, pembacaan manaqib akan dilaksanakan secara rutin setiap Jumat selama satu bulan.