Refleksi Spiritual dan Keteladanan: Madrasah NU Al Hidayah Gelar Pengajian Akbar dan Haul Mbah KH. Ali As’ad
ISRA' MI'RAJ
(15 hours ago)
Views: 22

Refleksi Spiritual dan Keteladanan: Madrasah NU Al Hidayah Gelar Pengajian Akbar dan Haul Mbah KH. Ali As’ad

Author: Ayu Jutika Sari

KUDUS – Madrasah NU Al Hidayah sukses menyelenggarakan Pengajian Akbar pada Ahad, 1 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di kompleks Yayasan Pendidikan Islam Manafiul Ulum, Getassrabi, Gebog, Kudus ini menjadi momentum penting karena menggabungkan empat peringatan besar, yaitu Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Haul Akbar ke-32 Mbah KH. Ali As’ad, Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103, serta Harlah ke-76 Madrasah Al Hidayah.

Rangkaian Acara Khidmat dan Edukatif

Kemeriahan acara telah terasa sejak pukul 06.30 WIB melalui penampilan Rebana SA 2 sebagai pra-acara. Acara resmi kemudian dibuka oleh Anggie Septiana Putri, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Subbanul Wathon, dan Mars Al Hidayah yang membangkitkan semangat nasionalisme serta nilai ke-NU-an.

Suasana religius semakin terasa dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat Nabi oleh Kafa Maulaya Cs. Rangkaian ibadah dilanjutkan dengan Hadloroh, Khotmul Qur’an yang dipimpin oleh K. Ali Imron AH, S.Pd.I., serta tahlil dan doa bersama yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan.

Dalam sambutannya, Pengurus Yayasan, K.H. Ibrohim Kholili, menegaskan pentingnya menjaga dan melanjutkan warisan pendidikan Islam yang telah dirintis oleh para pendiri madrasah.

Persiapan Matang dan Makna Kegiatan

Dalam sesi wawancara, Bapak Nailash Shofa, S.Pd.I., menyampaikan bahwa keberhasilan acara ini tidak lepas dari persiapan yang terstruktur dan koordinasi yang baik antar panitia.

“Alhamdulillah, persiapan dilakukan secara bertahap melalui pembentukan panitia yang jelas dan rapat koordinasi rutin. Konsep acara dirancang secara edukatif dan reflektif dengan melibatkan siswa secara aktif, mulai dari tahlil massal, ziarah muassis, hingga keterlibatan mereka dalam kepanitiaan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan meneguhkan kesinambungan nilai spiritualitas, keteladanan ulama, ke-NU-an, dan pendidikan dengan mengedepankan prinsip keikhlasan, moderasi beragama, serta kebersamaan.

Mau’idhatul Hasanah: Iman dan Rasa Syukur

Puncak acara diisi dengan mau’idhatul hasanah oleh KH. Idham Kholid, S.H., M.H. dari Demak. Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa agung yang hanya dapat diyakini dengan iman, karena berada di luar jangkauan akal manusia.

Beliau menyampaikan tiga poin penting yang dibawa Rasulullah ﷺ sepulang dari Sidratul Muntaha, yaitu:

1.) Perintah sholat lima waktu sebagai tiang agama.

2.) Pengangkatan derajat hamba yang taat dan beriman di sisi Allah SWT.

3.) Keteladanan hamba shalih, seperti Sayyidah Masithoh, yang tetap teguh mempertahankan iman meski berada di bawah ancaman Fir’aun.

Menutup ceramahnya, KH. Idham Kholid mengingatkan pentingnya menghargai jasa para ulama, khususnya dalam momentum Haul Mbah KH. Ali As’ad.

“Banyak generasi saat ini yang mulai melupakan jasa para kiai. Padahal, segala kenikmatan dan keberkahan yang kita rasakan hari ini adalah buah dari perjuangan mereka. Jangan sampai kita kurang rasa syukur atas jasa ulama terdahulu,” tuturnya.

Harapan ke Depan

Melalui kegiatan ini, Madrasah NU Al Hidayah berharap dapat menjadi wasilah keberkahan bagi seluruh keluarga besar madrasah. Diharapkan para siswa tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, berpegang teguh pada nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, serta menjadi kader NU yang santun, cerdas, dan bermanfaat bagi umat dan bangsa.

Kembali ke Beranda
favorite Suka